sangÇAKAku

Di Bawah Tiang Bendera

statistic

JagadLacak

Loading

SunRise

document-lisence

seluruh dokumen di 'Jagad-Kahiyangan~POST' ini, dapat digunakan, dimodifikasi, dan disebarluaskan secara bebas untuk tujuan bukan komersial (nonprofit), dengan syarat tidak menghapus atau merubah atribut penulis dan tetap menyertakan sumber-nya.

_____________________________________________________

JagadKahiyangan ©2014

sangElangPerkasa

sangElangPerkasa
sangGarudaÇakti

Daniel-Sahuleka

KATA-KATA ber-KATA

Hosting from Joomla (GRATIS)

Free Website Hosting Free Website Hosting

Friday, April 3, 2009

klipping~wawasan-musik

Keroncong untuk Semua

oleh; Susi Ivvaty

Musik keroncong sama dengan santapan kaum uzur? Bagi anggota Komunitas Penikmat Keroncong, pendapat itu dibantah keras. Anggota komunitas ini justru kebanyakan anak muda produktif, bersemangat, dan—yang pasti—mencintai keroncong.

Keroncong, musik asli Indonesia itu, menjadi pemersatu sebanyak 65 anggota Komunitas Penikmat Keroncong (KPK). Mereka tersebar di beberapa kota, seperti Jakarta, Bandung, Bogor, dan Surabaya. Ada pula anggota yang tinggal di Malaysia dan Belanda.

Sesekali mereka 'kopdar' (kopi darat) atau bertemu muka untuk membahas berbagai hal menyangkut keroncong. Namun, untuk berkomunikasi setiap hari secara intensif, terutama bagi anggota yang berada di luar negeri, mailing- list pun menjadi 'ajang-pertempuran'. KPK berbincang secara virtual melalui mailing-list keroncong@yahoogroups.com.

"Lewat mailing-list, kami membicarakan apa saja seputar keroncong. Musiknya sendiri, rencana pentas, membuat tabloid, merchandisc, hingga berbagai diskusi untuk lebih mengangkat pamor keroncong", kata moderator mailing-list, Adi B Wiratmo (34), praktisi teknologi informasi yang tinggal di Bandung.

............................................................selengkapnya klik di; SINI!

tragedi~'situ-GINTUNG'

mau tahu beritanya....? klik di SINI! ______________________________________________________________________ ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ (sumber: KOMPAS)

Sunday, March 29, 2009

Musik-Puisi Dinasti-Emha-Kanjeng

Musik-Puisi Dinasti-Emha-Kanjeng "Jangan Cintai Ibu Pertiwi" Lakon yang dibawakan oleh kelompok Dinasti, KiaiKanjeng dan Emha Ainun Nadjib ini bukan pentas teater atau drama dengan alur lakon atau kisah sebagaimana prosa dalam sastra. “Jangan Cintai Ibu Pertiwi” adalah puisi panjang Emha Ainun Nadjib yang digarap pemanggungannya dengan menggunakan kekuatan berbagai artikulasi kesenian. Di samping dibacakan sebagaimana lazimnya puisi, ia juga diaransir secara musikal, diperkaya dengan gerakan sejumlah pemain, serta animasi gambar-gambar atau video, yang secara keseluruhan diupayakan menjadi sebuah kesatuan yang harmonis dan saling memperkaya. Alur nilai yang diungkapkan oleh pentas ini tidak diwakilkan pada cerita yang dilakonkan, melainkan melalui dinamika muatan nilai-nilai yang terkandung dalam puisi panjang itu, dengan konten atau kandungan aspirasi yang multi-dimensional. Tetapi seluruhnya merupakan kekaguman kepada Ibu Pertiwi, upaya menjunjung tanah air, besertaan dengan sejumlah keprihatian terhadap yang menimpanya.

artikel~MUral--Joni-Faisal

Yogyakarta, Kota Mural di Indonesi
YOGYAKARTA – Apa yang baru di Yogyakarta? Jawabannya, Mural. Meskipun dinilai sebagai kota yang lamban mengalami perubahan, Yogyakarta justru berani memberi warna baru yang sangat mencolok. Di sudut-sudut kota—juga di kampung-kampung, lukisan tembok atau dikenal dengan istilah ’mural' menjadi pemandangan umum.

Mural bukan cuma dibuat untuk menyambut perayaan tujuh belasan atau kampanye partai yang sebentar lagi akan tiba, tetapi telah menjadi bagian ekspresi berkesenian warga di ruang publik. Bukan tak mungkin, Yogya—yang pernah disebut ’kota dengan senyum abadi' oleh Kla Project—kelak berpredikat sebagai Kota Mural. "Kita ingin Yogya menjadi bagian dari kota-kota mural yang ada di dunia" kata Samuel Indratma, dedengkot Apotik Komik yang menjadi penggagas 'Proyek Kota Sama-Sama' dua tahun lalu. "Sekarang turis tidak lagi berfokus di Malioboro ataupun lingkungan kraton. Mereka juga ingin tahu wajah kampung yang memiliki mural. Sebaliknya, Warga yang selama ini kampungnya jarang dimasuki para turis tambah semangat untuk menjadikan kampungnya lebih apik", cerita Samuel yang baru saja mengerjakan mural di San Fransisco AS selama sebulan bersama empat seniman lain dari Yogya yang berakhir November lalu. Awalnya, 'Proyek Mural Kota Sama-Sama' (tahun 2002) tidak berjalan semulus sekarang. Untuk membeli cat dan peralatan, tiap-tiap seniman mencari dana dengan cara menjual karya mereka di malam amal. Ada 17 seniman yang terlibat dalam proyek ini. Berbekal dana yang terkumpul sekitar 11 juta, mereka menjatuhkan empat kawasan sebagai objek seni rupa publik ini. Kawasan itu adalah jembatan layang Lempuyangan, Jl Perwakilan, Jl Beskalan. dan Jl. Prof. Dr. Yohanes di Sagan. Proyek ini memakan waktu hingga dua bulan. Di tengah proses pembuatannya, Walikota Kotamadya DIY Hery Zudianto rupanya memberikan respons baik. Di waktu-waktu luang, Walikota turun tangan memberikan makanan dan minuman kepada para perupa yang sedang berkarya. Sementara itu, bagi warga sendiri yang berada di lingkungan proyek, kehadiran seniman-seniman ini membuka komunikasi interaktif sekaligus wacana untuk menjadikan ruang publik lebih bersahaja. Paling tidak sebagai alternatif bagi warga untuk menikmati seni di ruang publik—tempat yang selama ini menjadi tempat pamer produk iklan dan gambar-gambar simbol partai. Tidak berhenti pada lukisan tembok, beberapa seniman lain juga mengambil bagian pada proyek mural ini. Beberapa fotografer muda Yogya, misalnya, membuat dokumentasi dan foto eksperimen pada proyek ini untuk dipamerkan. Begitu pula, para seniman audio-visual atau video-maker. Mulai dari tabloid yang terrnama di publik hingga peta titik-titik mural di Yogya, juga diterbitkan guna mendukung perhelatan ini.

Joni Faisal

selengkapnya, .............................................

klik di; SINI!

dunia~Ghaib

Vokalis Bom Band Digondol Makhluk Gaib Kapanlagi.com - Nasib sial menimpa grup band pendatang baru Bom Band yang digawangi oleh Tengku Awe alias Caca (vokalis), Vikay (gitar), Dewo (gitar), Aviv (drum), dan Agus (bass ). Pasalnya pada saat pembuatan video klip Bosan yang mengambil lokasi di daerah Cilodong, Depok, Jawa Barat, telah terjadi hal yang tidak lazim. Tepatnya pada Kamis malam (26/3), pukul 20.30 WIB, peristiwa itu terjadi. Berawal dari tiga orang yang berada di lokasi pengambilan gambar mengalami kesurupan. Karena konsentrasi tertuju pada tiga orang tersebut tanpa disadari sang vokalis Caca menghilang. Sontak saja semua kru kebingungan dan berusaha mencari tahu keberadaan Caca. "Kita semua kebingungan karena sudah mencari ke mana-mana Caca nggak ada. Akhirnya kita minta tolong sama 'orang pinter'," tutur Kikid, dari bagian unit produksi. Mak Any, warga asli Cilodong yang biasa dibilang 'Orang Pinter', mengungkapkan kalau mau pakai tempat ini izin dulu. "Kenapa Bapak-Bapak datang dari mana-mana, mau syuting di sini, nggak pada minta izin sama orang sini (penunggu sini)?" kata Mak Any. "Ini anak nggak jauh. Dia cuma diumpetin aja, tunggu nanti jam 12 malam," lanjut Mak Any. Dan ternyata benar kata Mak Any. Tepat pukul 12 malam, Caca ditemukan kurang lebih 300 meter dari lokasi pengambilan gambar, tepat di bawah pohon rambutan, di depan rumah kosong. Kondisinya cukup mengerikan, karena sedang memakan ayam hidup-hidup dan mulutnya berlumur darah. Akhirnya Caca segera dibawa ke lokasi syuting untuk disembuhkan. Sampai sekarang, Caca belum bisa dimintai keterangan karena kondisinya belum kembali normal. Ia terlihat stres dan trauma berat, begitu juga dengan anak-anak Bom Band yang lain yang masih terlihat trauma dengan peristiwa tersebut. "Mohon maaf, Caca kondisinya masih lemas belum bisa ngapa-ngapain," kata Kikid. (kpl/hen/boo) ____________________________________________________________________ ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~(sumber; Kapanlagi.com)

buisness

Daily Calendar

nawala

Jajak-Pendapat

Amazon SearchBox

Ramekakat

..

jagad-slide

slides~Jagad-Kantata

Jagad-Otomotif Slideshow: Jagad.kahiyangan’s trip to Jakarta, Java, Indonesia was created by TripAdvisor. See another Jakarta slideshow. Create your own stunning free slideshow from your travel photos.

ODE to CHINE

JerusalemOnline