sangÇAKAku

Di Bawah Tiang Bendera

statistic

JagadLacak

Loading

SunRise

document-lisence

seluruh dokumen di 'Jagad-Kahiyangan~POST' ini, dapat digunakan, dimodifikasi, dan disebarluaskan secara bebas untuk tujuan bukan komersial (nonprofit), dengan syarat tidak menghapus atau merubah atribut penulis dan tetap menyertakan sumber-nya.

_____________________________________________________

JagadKahiyangan ©2014

sangElangPerkasa

sangElangPerkasa
sangGarudaÇakti

Daniel-Sahuleka

KATA-KATA ber-KATA

Hosting from Joomla (GRATIS)

Free Website Hosting Free Website Hosting

Sunday, March 29, 2009

artikel~MUral--Joni-Faisal

Yogyakarta, Kota Mural di Indonesi
YOGYAKARTA – Apa yang baru di Yogyakarta? Jawabannya, Mural. Meskipun dinilai sebagai kota yang lamban mengalami perubahan, Yogyakarta justru berani memberi warna baru yang sangat mencolok. Di sudut-sudut kota—juga di kampung-kampung, lukisan tembok atau dikenal dengan istilah ’mural' menjadi pemandangan umum.

Mural bukan cuma dibuat untuk menyambut perayaan tujuh belasan atau kampanye partai yang sebentar lagi akan tiba, tetapi telah menjadi bagian ekspresi berkesenian warga di ruang publik. Bukan tak mungkin, Yogya—yang pernah disebut ’kota dengan senyum abadi' oleh Kla Project—kelak berpredikat sebagai Kota Mural. "Kita ingin Yogya menjadi bagian dari kota-kota mural yang ada di dunia" kata Samuel Indratma, dedengkot Apotik Komik yang menjadi penggagas 'Proyek Kota Sama-Sama' dua tahun lalu. "Sekarang turis tidak lagi berfokus di Malioboro ataupun lingkungan kraton. Mereka juga ingin tahu wajah kampung yang memiliki mural. Sebaliknya, Warga yang selama ini kampungnya jarang dimasuki para turis tambah semangat untuk menjadikan kampungnya lebih apik", cerita Samuel yang baru saja mengerjakan mural di San Fransisco AS selama sebulan bersama empat seniman lain dari Yogya yang berakhir November lalu. Awalnya, 'Proyek Mural Kota Sama-Sama' (tahun 2002) tidak berjalan semulus sekarang. Untuk membeli cat dan peralatan, tiap-tiap seniman mencari dana dengan cara menjual karya mereka di malam amal. Ada 17 seniman yang terlibat dalam proyek ini. Berbekal dana yang terkumpul sekitar 11 juta, mereka menjatuhkan empat kawasan sebagai objek seni rupa publik ini. Kawasan itu adalah jembatan layang Lempuyangan, Jl Perwakilan, Jl Beskalan. dan Jl. Prof. Dr. Yohanes di Sagan. Proyek ini memakan waktu hingga dua bulan. Di tengah proses pembuatannya, Walikota Kotamadya DIY Hery Zudianto rupanya memberikan respons baik. Di waktu-waktu luang, Walikota turun tangan memberikan makanan dan minuman kepada para perupa yang sedang berkarya. Sementara itu, bagi warga sendiri yang berada di lingkungan proyek, kehadiran seniman-seniman ini membuka komunikasi interaktif sekaligus wacana untuk menjadikan ruang publik lebih bersahaja. Paling tidak sebagai alternatif bagi warga untuk menikmati seni di ruang publik—tempat yang selama ini menjadi tempat pamer produk iklan dan gambar-gambar simbol partai. Tidak berhenti pada lukisan tembok, beberapa seniman lain juga mengambil bagian pada proyek mural ini. Beberapa fotografer muda Yogya, misalnya, membuat dokumentasi dan foto eksperimen pada proyek ini untuk dipamerkan. Begitu pula, para seniman audio-visual atau video-maker. Mulai dari tabloid yang terrnama di publik hingga peta titik-titik mural di Yogya, juga diterbitkan guna mendukung perhelatan ini.

Joni Faisal

selengkapnya, .............................................

klik di; SINI!

No comments:

Post a Comment

boleh meng-kritik dan/atau saran, yang sifatnya membangun.

buisness

Daily Calendar

nawala

Jajak-Pendapat

Amazon SearchBox

Ramekakat

..

jagad-slide

slides~Jagad-Kantata

Jagad-Otomotif Slideshow: Jagad.kahiyangan’s trip to Jakarta, Java, Indonesia was created by TripAdvisor. See another Jakarta slideshow. Create your own stunning free slideshow from your travel photos.

ODE to CHINE

JerusalemOnline