sangÇAKAku

Di Bawah Tiang Bendera

statistic

JagadLacak

Loading

SunRise

document-lisence

seluruh dokumen di 'Jagad-Kahiyangan~POST' ini, dapat digunakan, dimodifikasi, dan disebarluaskan secara bebas untuk tujuan bukan komersial (nonprofit), dengan syarat tidak menghapus atau merubah atribut penulis dan tetap menyertakan sumber-nya.

_____________________________________________________

JagadKahiyangan ©2014

sangElangPerkasa

sangElangPerkasa
sangGarudaÇakti

Daniel-Sahuleka

KATA-KATA ber-KATA

Hosting from Joomla (GRATIS)

Free Website Hosting Free Website Hosting

Saturday, March 8, 2008

Bedah~FILM

bedah~FILM 'AYAT-AYAT CINTA', Cinta Berbalut Keimanan KapanLagi.com - Pemain: Fedi Nuril, Rianti Cartwright, Carissa Putri, Zaskia Adya Mecca, Melanie Putria Film ini diangkat dari novel best seller karya Habiburrahman El Shirazy atau biasa disapa Kang Abik, novelis lulusan Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. Novel tersebut berkisah tentang cinta dan telah banyak menginspirasi banyak remaja muslim. Bukan sekedar kisah cinta biasa tapi mengenai upaya menghadapi berbagai problema cinta secara Islami. Setelah mengalami penundaan tayang yang sebelumnya direncanakan pada Idul Adha 2007, akhirnya AYAT-AYAT CINTA (AAC) tayang mulai 28 Februari 2008. Film yang dibintangi oleh Fedi Nuril, Rianti Cartwright, Carissa Putri, Zaskia Adya Mecca, dan Melanie Putria ini disutradarai oleh Hanung Bramantyo. Tokoh utamanya, Fahri bin Abdillah diamanahkan pada Fedi Nuril. Pemilihan Fedi sebagai tokoh utama melalui proses tarik-ulur karena sosok Fedi yang tidak 'sesuci' Fahri mengundang kesangsian di kalangan pembaca fanatik AAC. Fahri diceritakan sebagai pelajar Indonesia yang berusaha menggapai gelar masternya di Universitas Al-Azhar, Cairo, Mesir. Hidup Fahri dikejar oleh target karena keluarganya telah mengorbankan segalanya, termasuk sawah warisan kakeknya, agar dia bisa sekolah di Mesir. Fahri berusaha memenuhi target yang digambarkan dalam peta hidupnya, berjuang melawan panas-debu Mesir dan keterbatasan dana. Fahri bertekad menyelesaikan masternya dalam dua tahun, program doktor dalam empat tahun, dan empat tahun kemudian menjadi guru besar. Fahri juga memiliki target untuk menikah dengan perempuan yang shalehah untuk menyempurnakan agamanya saat dia menyelesaikan tesis magister. Dan waktunya semakin dekat. Sayang Fahri yang hidup 'lurus' sulit dekat dengan wanita, meski ada beberapa wanita yang ada di sekitar kisah hidupnya. Ada Maria Girgis (Carissa Putri), tetangga satu flat yang beragama Kristen Koptik tapi mengagumi Islam dan senang membaca Al Qur'an, bahkan hafal surat Maryam. Tak hanya Islam, Maria juga mengagumi Fahri yang kemudian berubah menjadi cinta. Sayang rasa cinta itu hanya tertumpah di buku hariannya. Ada pula rekan senegara Fahri, Nurul (Melanie Putria) anak tunggal seorang kyai Jawa Timur yang juga menuntut ilmu di Al Azhar. Nurul yang pintar dan cantik, juga ketua Wihdah, sebenarnya mencintai Fahri, namun tak pernah memiliki keberanian untuk mengungkapkan atau memberi sinyal cintanya. Demikian pula dengan Fahri yang menaruh hati pada Nurul tapi merasa minder karena dirinya hanya anak petani miskin. Kemudian ada Noura (Zaskia Adya Mecca), tetangga depan flat Fahri, perempuan cantik yang selalu disiksa oleh ayahnya, Bahadur. Fahri yang berempati dengan Noura akhirnya menolong Noura lepas dari siksaan ayahnya dengan bantuan Maria dan Nurul. Noura yang awalnya digambarkan sebagai perempuan baik-baik, akhirnya menjadi tokoh antagonis di film ini, setelah Noura menuduh Fahri memperkosanya. Tuduhan itu membawa Fahri mengalami 'petualangan' dengan aparat penegak hukum di Mesir, termasuk penjaranya. Satu lagi, gadis yang paling istimewa. Fahri mengenalnya di metro. Saat itu Fahri membela Islam atas tuduhan tuduhan kolot dan kaku. Aisha (Rianti Cartwright), gadis Turki-Jerman berdarah Palestina, pun jatuh cinta pada Fahri. Dan Fahri juga tidak bisa membohongi hatinya. Pada siapa Fahri akan melabuhkan hatinya? Dapatkah dia menjalani segala rasa cinta dan problema yang mengiringinya dengan tetap berpegang teguh pada Islam yang diyakininya? Sejak awal rencana pembuatan film ini para penggemar fanatik novel AAC tidak yakin Hanung dapat membuat film ini sebagus novelnya. Bahkan Kang Abik tak berharap banyak atas hasil akhir film adaptasi dari novelnya, karena imajinasi tulisan jauh lebih luas daripada imajinasi visual. Banyak juga yang beranggapan Zaskia tidak cocok berperan sebagai Noura, tapi lebih sesuai sebagai Nurul. Yang namanya film adaptasi pasti tak luput dari pembandingan dengan novel yang diadaptasi. Bagi penggemar Fahri siap-siap kecewa, karena Fahri di film tak sesempurna Fahri di novel. Fahri di film tidak menguasai beberapa keahlian seperti halnya di novel. Karena itulah, Fahri di film terlihat jauh lebih manusiawi dibandingkan novelnya. Sayangnya, banyak detail di novel yang dilewatkan oleh Hanung, sehingga terasa ada yang kurang saat menontonnya. Hanung juga lebih banyak memberi porsi pada perilaku 'poligami' Fahri. Padahal novel Kang Abik berkisah lebih (jauh lebih dalam) dari hanya persoalan 'poligami'. Satu lagi yang paling mengganjal adalah kemampuan orang-orang Mesir dalam memahami dan berbicara bahasa Indonesia. Film yang bersetting di Mesir ini lebih banyak menggunakan bahasa Indonesia. Saat menontonnya tak ayal ingatan jatuh ke film James Bond tahun 1970-an yang mana orang-orang Uni Soviet sangat fasih berbahasa Inggris. Meski demikian, secara umum film chicklit 'akhwat' ini mampu memberi pandangan berbeda tentang arti cinta yang dibalut dengan keimanan. (kpl/lin) _____________________________________________ (sumber: http://www.kapanlagi.com/, down-load at; Jum'at, 29 Februari 2008, on; 22.30 wib. ed.JK) mo nonton video-nya? klik di-sini; http://www.youtube.com/watch?v=A_GmhxiAXQ0

Wednesday, March 5, 2008

klipping-6

berita~BUDAYA Media-Indonesia; Rabu, 05 Maret 2008 00:00 WIB Zaman Kalabendu yang Tetap Membelenggu MESKI kemarin tampil beda dengan berbalut jubah dan toga, sulit untuk mengatakan WS Rendra berubah. 'Si Burung Merak' itu tetaplah Rendra yang dikenal selama ini, sosok yang selalu gelisah terhadap apa yang terjadi di sekitarnya. Kegelisahannya yang biasanya dihentakkan di atas panggung, kemarin ia beberkan dalam pidatonya saat mendapat gelar doctor honoris causa (HC) bidang kebudayaan dari UGM Yogyakarta. Tampil di balai senat, Rendra menyampaikan orasi berjudul "Megatruh Kambuh": 'Renungan Seorang Penyair dalam Menanggapi Kalabendu'. Isinya menggambarkan bagaimana kegelisahannya tentang konsep zaman 'Kalatida' dan 'Kalabendu' yang masih terjadi di Indonesia. Dalam pidatonya yang berlangsung selama satu jam itu, Rendra sempat tercekat saat menahan rasa haru ketika menyebut nama Ronggowarsito, sastrawan besar Jawa abad~XIX, yang memunculkan konsep zaman 'Kalatida' dan 'Kalabendu' tersebut. Selain itu, ketika ia mengkritik model pemerintahan zaman Kerajaan Islam Mataram, listrik di balai senat sempat padam. Mikrofon di depannya pun mati. "Ini gara-gara saya mengkritik leluhur saya", kata sastrawan kelahiran Solo, 7 November 1935, yang disambut tawa para hadirin. Mengutip Ronggowarsito, Rendra mengatakan, bahwa 'Kalatida' adalah 'zaman-edan', karena akal-sehat diabaikan. Sedangkan 'Kalabendu' adalah 'zaman-hancur' -- rusaknya kehidupan, karena tata-nilai dan tata-kebenaran dijungkirbalikkan. Dua masa itu telah berlangsung di Indonesia sejak zaman penjajahan hingga saat ini. Dengan kembali mengutip Ronggowarsito agar orang bisa selamat di masa 'Kalatida' adalah dengan selalu sadar dan waspada, tidak ikut dalam permainan gila. Sedangkan di masa 'Kalabendu' harus berani prihatin, sabar, tawakal dan selalu berada di jalan Allah sebagaimana di dalam kitab-suci~Nya. Setelah itu nanti akan datang masa 'Kalasuba' yang ditegakkan 'Ratu-Adil'. Menurutnya, 'Kalasuba' pasti akan tiba karena dalam setiap chaos secara buid-in ada potensi untuk kestabilan dan keteraturan. Tetapi kestabilan itu belum tentu baik untuk kelangsungan kedaulatan rakyat dan kedaulatan manusia. Mengenai 'Ratu-Adil', Rendra berpendapat itu bukan sebagai sosok riil, melainkan lebih pada hukum yang adil. "Karena itu kita harus aktif mengembangkan usaya untuk mendesak perubahan tata pembangunan, tata hukum dan tata kenegaraan sehingga menjadi lebih baik untuk daya hidup dan daya cipta bangsa", kata pendiri 'Bengkel-Teater' ini. Rektor-UGM -- Prof. Dr. Sudjarwadi mengatakan, bahwa keputusan UGM memberikan gelar doktor~HC kepada WS Rendra merupakan wujud penghargaan atas kiprah dan pengabdiannya dalam bidang kebudayaan yang tidak pernah lelah selama lima puluh tahun. Rendra yang didampingi isterinya -- Ken Zuraida dan anak-anak mereka, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada (alm) Prof. Dr. Koesnadi Hardjasoemantri, SH yang mengajukan dirinya untuk menerima gelar tersebut. Ucapan terima-kasih juga ia sampaikan kepada Prof. Dr. Siti Chamamah Soeratno dan Prof. Dr. C. Bakdi Soemanto sebagai promotor dan ko-promotor. Hadir dalam acara itu, Ketua Majelis Wali Amanat UGM -- Prof. Dr. Amien Rais, Prof. Dr. Syafii Maarif dan sejumlah tokoh serta para seniman. (Amiruddin Zuhri/X-5) _____________________________________________________ (sumber: 'Media-Indonesia' -- Rabu, 5 Maret 2008 -- hlm. 12. diketik-ulang; JK.ed.JK)

Tuesday, March 4, 2008

PUISI-ku~PUISI-mu~PUISI-qta

Untuk Kita Renungkan
oleh; Jagad-Kahiyangan
* Bangunlah,
sebelum ayam jantan berkokok.
* Bekerjalah,
sebelum matahari terbit.
* Beristirahatlah,
ketika sang matahari
tepat di atas kepalamu.
* Selesaikanlah,
ketika sang matahari
mulai condong ke barat.
>>> dan .....
* Bereskanlah,
sebelum matahari terbenam.
>>> kemudian .....
* Tidurlah,
setelah semuanya beres
dan rencana esok hari sudah matang.
>>> "Syukur Kepada Allah".
---------------------------------------------------------------------
Jakarta, 21 Mei 2003
____________________________________________________________
BASI-BISA~mu
oleh; Jagad-Kahiyangan
Jika kamu marah.....
mulutmu bisa ber~BUSA
busa-mu bisa ber~BISA
bisa-mu sangat BASI
BASI-BISA~mu sangat berbahaya
jadi.....
berbahayakah KAMU.....?!
jika marah!
--------------------------------------------------------------------- Yogyakarta, 24 Mei 2000
____________________________________________________________
Sunyi oleh; Jagad-Kahiyangan
Ketika aku merasa sendirian
Ketika kesunyian mengitari jiwaku
aku ingin sekali menuliskan
sebuah puisi 'ntuk lampiaskan
rasa-sunyi-ku itu
Tapi......
aku tak dapat wujudkan
semua itu
aku harus mulai dari mana
dan apa yang harus kutuliskan
Wahai .....
para cerdik cendekia
ajari aku,
bagaimana cara berpikir yang bijak
Wahai .....
para manusia ahli sastra
ajari aku,
bagaimana cara menulis.
---------------------------------------------------------------------
Jakarta, 28 April 2003
____________________________________________________________
Nyanyian Sudut Kota
oleh; Asmadi
Yang pertama ku-lihat,
adalah kelaparan yang mengaum.
Yang pertama ku-cium,
adalah bau sampah yang menombak.
Yang pertama ku-raba,
adalah tanah milik dewa.
Profesi-ku yang pertama
adalah me-ngemis,
meningkat jadi tukang smir sepatu.
Lalu,
jadi pengamen.
Kelebihan dan kekurangan-ku,
tak tanggal
tak tahun
tak bulan
tak tahu, hari lahir-ku.
Tak mahasiswa
tak berdarah
tak ber-KTP
tak ber-partai
Apa-apa tak.
--------------------------------------------------------------------- Yogyakarta, Januari 1992
____________________________________________________________
Surat Cinta
oleh; WS Rendra
Kutulis surat ini
kala hujan gerimis
bagai bunyi tambur yang gaib,
Dan angin mendesah
mengeluh dan mendesah,
Wahai, dik Narti,
aku cinta kepadamu!
Kutulis surat ini
kala langit menangis
dan dua ekor belibis bercintaan dalam kolam
bagai dua anak nakal jenaka dan manis
mengibaskan ekor serta menggetarkan bulu-bulunya,
Wahai, dik Narti,
kupinang kau menjadi istriku!
Kaki-kaki hujan yang runcing
menyentuhkan ujungnya di bumi,
Kaki-kaki cinta yang tegas
bagai logam berat gemerlapan
menempuh ke muka
dan tak kan kunjung diundurkan.
Selusin malaikat telah turun di kala hujan gerimis
Di muka kaca jendela
mereka berkaca dan mencuci rambutnya untuk ke pesta
Wahai, dik Narti
dengan pakaian pengantin yang anggun
bunga-bunga serta keris keramat
aku ingin membimbingmu ke altar
untuk dikawinkan
Aku melamarmu,
Kau tahu dari dulu: tiada lebih buruk
dan tiada lebih baik dari yang lain...
penyair dari kehidupan sehari-hari,
orang yang bermula dari kata
kata yang bermula dari kehidupan,
pikir dan rasa
Semangat kehidupan yang kuat
bagai berjuta-juta jarum alit
menusuki kulit langit: kantong rejeki dan restu wingit
Lalu tumpahlah gerimis
Angin dan cinta mendesah dalam gerimis.
Semangat cintaku yang kuta
batgai seribu tangan gaib
menyebarkan seribu jaring
menyergap hatimu yang selalu tersenyum padaku
Engkau adalah putri duyung tawananku
Putri duyung dengan suara merdu
lembut bagai angin laut,
mendesahlah bagiku!
Angin mendesah selalu
mendesah dengan ratapnya yang merdu.
Engkau adalah putri duyung
tergolek lemas
mengejap-ngejapkan matanya yang indah dalam jaringku
Wahai, putri duyung,
aku menjaringmu
aku melamarmu
Kutulis surat ini
kala hujan gerimis
kerna langit
gadis manja dan manis
menangis minta mainan.
Dua anak lelaki nakal
bersenda gurau dalam selokan
dan langit iri melihatnya
Wahai, Dik Narti
kuingin dikau menjadi ibu anak-anakku!

Sunday, March 2, 2008

seputar~SMA-4~Tangerang

Acara tetap berjalan -- meski hujan mengguyurnya
Kemaren (Sabtu, 1 maret 2008) siswa-siwi SMA 4 Tangerang menggelar 'PENSI' ('Pentas-Seni') dalam rangka 'TETRAscience~2008'. Materi yang disuguhkan antara lain; teater, tari dan musik. Teater yang disuguhkan dari teater~SEMUT (teater~SMA-4) berjudul 'Guru Kencing Berdiri, Murid Kencing Berlari'. Joke-joke yang di-ekspresi-kan oleh para pemainnya -- lumayan -- dapat mengocok perut para audience. Pemainnya, rata-rata dari siswa kls.X dan XI -- karena kls.XII -- katanya udah tidak diperkenankan ikut ekskul. Teater ini dilatih dan disutradarai oleh Bang Reno -- seniman dari Bulungan-Jakarta. Sedangkan tari yang disajikan adalah tarian daerah -- Ambon, dengan menggunakan property sebatang bambu dan dengan 6 pemain laki-laki semua (ada yang bilang, untuk menghilangkan image, bahwa tari tidak selamanya ditarikan oleh perempuan saja). Tarian ini dibimbing dan dilatih oleh Ibu Tri Rejeki, S.Pd. (guru seni SMA~4). Ibu Hj. Lestari Budirahayu, S.Pd. (PKS~Kesiswaan) mengatakan, bahwa saat ini ada perubahan warna, yang selama ini yang ditampilkan selalu tarian Cokek. Ada juga breakdance~'B-Boy' dari para siswa dengan beberapa atraksinya yang di-response oleh Ageng -- breaker dari alumni. Pembina Tetrascience -- Bpk. Entis Sutisna, S.Pd. (PKS-litbang) nampak duduk di barisan audience paling depan didampingi para aparat dan guru-guru lainnya yang berderet pula di barisan belakang yang disusul oleh barisan undangan siswa-siswi dari sekolah lainnya. Pada saat acara penampilan musik--band, saking semangatnya -- meskipun hujan, acara tetap berjalan. Band-band yang ditampilkan antara lain grup-grup band dari SMA~4 sendiri yang telah menghasilkan kompilasi binaan Bpk. Arry Patria, S.Kom. (guru TI SMA~4) . Ada juga band dari alumni -- 'Phillo'. Jarwo (nama sebenarnya--Fajar) -- pentolan band ini, mengatakan, bahwa band ini baru nyiapkan album, saat ini sudah terkumpul 4 lagu. "Mudah-mudahan akhir tahun ini selesai". Adapun grup band dari alumni yang satunya lagi tidak tampil gara-gara satu pemainnya belum datang. Penampilan band ini dimeriahkan (ditutup) band guest-star dari Jakarta -- 'Juliet', yang menyajikan beberapa buah lagu dan disambut meriah oleh para hadirin. Acara yang dipandu oleh Arief, Dinda, Astri dan Adam ini ditutup sekitar pukul 15.00 wib. (JK.Tng. 02-03-2008)

buisness

Daily Calendar

nawala

Jajak-Pendapat

Amazon SearchBox

Ramekakat

..

jagad-slide

slides~Jagad-Kantata

Jagad-Otomotif Slideshow: Jagad.kahiyangan’s trip to Jakarta, Java, Indonesia was created by TripAdvisor. See another Jakarta slideshow. Create your own stunning free slideshow from your travel photos.

ODE to CHINE

JerusalemOnline