sangÇAKAku

Di Bawah Tiang Bendera

statistic

JagadLacak

Loading

SunRise

document-lisence

seluruh dokumen di 'Jagad-Kahiyangan~POST' ini, dapat digunakan, dimodifikasi, dan disebarluaskan secara bebas untuk tujuan bukan komersial (nonprofit), dengan syarat tidak menghapus atau merubah atribut penulis dan tetap menyertakan sumber-nya.

_____________________________________________________

JagadKahiyangan ©2014

sangElangPerkasa

sangElangPerkasa
sangGarudaÇakti

Daniel-Sahuleka

KATA-KATA ber-KATA

Hosting from Joomla (GRATIS)

Free Website Hosting Free Website Hosting

Wednesday, March 5, 2008

klipping-6

berita~BUDAYA Media-Indonesia; Rabu, 05 Maret 2008 00:00 WIB Zaman Kalabendu yang Tetap Membelenggu MESKI kemarin tampil beda dengan berbalut jubah dan toga, sulit untuk mengatakan WS Rendra berubah. 'Si Burung Merak' itu tetaplah Rendra yang dikenal selama ini, sosok yang selalu gelisah terhadap apa yang terjadi di sekitarnya. Kegelisahannya yang biasanya dihentakkan di atas panggung, kemarin ia beberkan dalam pidatonya saat mendapat gelar doctor honoris causa (HC) bidang kebudayaan dari UGM Yogyakarta. Tampil di balai senat, Rendra menyampaikan orasi berjudul "Megatruh Kambuh": 'Renungan Seorang Penyair dalam Menanggapi Kalabendu'. Isinya menggambarkan bagaimana kegelisahannya tentang konsep zaman 'Kalatida' dan 'Kalabendu' yang masih terjadi di Indonesia. Dalam pidatonya yang berlangsung selama satu jam itu, Rendra sempat tercekat saat menahan rasa haru ketika menyebut nama Ronggowarsito, sastrawan besar Jawa abad~XIX, yang memunculkan konsep zaman 'Kalatida' dan 'Kalabendu' tersebut. Selain itu, ketika ia mengkritik model pemerintahan zaman Kerajaan Islam Mataram, listrik di balai senat sempat padam. Mikrofon di depannya pun mati. "Ini gara-gara saya mengkritik leluhur saya", kata sastrawan kelahiran Solo, 7 November 1935, yang disambut tawa para hadirin. Mengutip Ronggowarsito, Rendra mengatakan, bahwa 'Kalatida' adalah 'zaman-edan', karena akal-sehat diabaikan. Sedangkan 'Kalabendu' adalah 'zaman-hancur' -- rusaknya kehidupan, karena tata-nilai dan tata-kebenaran dijungkirbalikkan. Dua masa itu telah berlangsung di Indonesia sejak zaman penjajahan hingga saat ini. Dengan kembali mengutip Ronggowarsito agar orang bisa selamat di masa 'Kalatida' adalah dengan selalu sadar dan waspada, tidak ikut dalam permainan gila. Sedangkan di masa 'Kalabendu' harus berani prihatin, sabar, tawakal dan selalu berada di jalan Allah sebagaimana di dalam kitab-suci~Nya. Setelah itu nanti akan datang masa 'Kalasuba' yang ditegakkan 'Ratu-Adil'. Menurutnya, 'Kalasuba' pasti akan tiba karena dalam setiap chaos secara buid-in ada potensi untuk kestabilan dan keteraturan. Tetapi kestabilan itu belum tentu baik untuk kelangsungan kedaulatan rakyat dan kedaulatan manusia. Mengenai 'Ratu-Adil', Rendra berpendapat itu bukan sebagai sosok riil, melainkan lebih pada hukum yang adil. "Karena itu kita harus aktif mengembangkan usaya untuk mendesak perubahan tata pembangunan, tata hukum dan tata kenegaraan sehingga menjadi lebih baik untuk daya hidup dan daya cipta bangsa", kata pendiri 'Bengkel-Teater' ini. Rektor-UGM -- Prof. Dr. Sudjarwadi mengatakan, bahwa keputusan UGM memberikan gelar doktor~HC kepada WS Rendra merupakan wujud penghargaan atas kiprah dan pengabdiannya dalam bidang kebudayaan yang tidak pernah lelah selama lima puluh tahun. Rendra yang didampingi isterinya -- Ken Zuraida dan anak-anak mereka, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada (alm) Prof. Dr. Koesnadi Hardjasoemantri, SH yang mengajukan dirinya untuk menerima gelar tersebut. Ucapan terima-kasih juga ia sampaikan kepada Prof. Dr. Siti Chamamah Soeratno dan Prof. Dr. C. Bakdi Soemanto sebagai promotor dan ko-promotor. Hadir dalam acara itu, Ketua Majelis Wali Amanat UGM -- Prof. Dr. Amien Rais, Prof. Dr. Syafii Maarif dan sejumlah tokoh serta para seniman. (Amiruddin Zuhri/X-5) _____________________________________________________ (sumber: 'Media-Indonesia' -- Rabu, 5 Maret 2008 -- hlm. 12. diketik-ulang; JK.ed.JK)

No comments:

Post a Comment

boleh meng-kritik dan/atau saran, yang sifatnya membangun.

buisness

Daily Calendar

nawala

Jajak-Pendapat

Amazon SearchBox

Ramekakat

..

jagad-slide

slides~Jagad-Kantata

Jagad-Otomotif Slideshow: Jagad.kahiyangan’s trip to Jakarta, Java, Indonesia was created by TripAdvisor. See another Jakarta slideshow. Create your own stunning free slideshow from your travel photos.

ODE to CHINE

JerusalemOnline