sangÇAKAku

Di Bawah Tiang Bendera

statistic

JagadLacak

Loading

SunRise

document-lisence

seluruh dokumen di 'Jagad-Kahiyangan~POST' ini, dapat digunakan, dimodifikasi, dan disebarluaskan secara bebas untuk tujuan bukan komersial (nonprofit), dengan syarat tidak menghapus atau merubah atribut penulis dan tetap menyertakan sumber-nya.

_____________________________________________________

JagadKahiyangan ©2014

sangElangPerkasa

sangElangPerkasa
sangGarudaÇakti

Daniel-Sahuleka

KATA-KATA ber-KATA

Hosting from Joomla (GRATIS)

Free Website Hosting Free Website Hosting

Wednesday, February 20, 2008

sastra

cerbung~Arswendo-Atmowiloto Dewa Tanah & Dewi Air Selasa, 19 Feb 2008 (64) Memang luar biasa. Luar biasa cepat. Pasukan yang dibawa samurai utama Izeki sekitar 20 orang, dan siap dengan ikatan tali putih pertanda siap mati dalam pertempuran. Mereka dalam keadaan segar, namun dengan tipuan sake, bisa dibelokkan perhatiannya. Dan dibekuk. Hanya Izeki yang sempat lolos dari sergapan. Bisa jadi sengaja dibiarkan lolos. Dalam satu gebrakan bisa membuat berantakan pasukan Jepun. Dalam satu gebrakan, dalam sekejap. Dan memang harus dalam sekejap, dalam satu gebrakan. Karena kalau berlama-lama, akan lain ceritanya. Resi Indus memang sakti, harus diakui ilmu sihirnya sangat tinggi. Tapi lebih dari itu, kemampuannya mempergunakan dengan tepat. Ketika turun hujan rintik-rintik yang terbersit adalah minuman sake, minuman air keras khas kerajaan Jepun. Pikiran lawan dikuasai penuh, sehingga merasakan minuman yang pastilah sudah lama tak dikecap. Pada titik kritis ketika lawan bisa dikuasai pikirannya, juga tindakannya, ketika Resi Indus dan anak buahnya bertindak. Dan berhasil. Semakin mengagumi Resi Indus, sebenarnya semakin mudah dikuasai. Inilah salah satu kunci keberhasilan Resi Indus. Kalau saja tadi tidak segera meringkus, pasukan Jepun akan melawan dengan gagah berani. Bukan soal kalah menang kalau dikeroyok habis, namun dipastikan ada perlawanan seru. Korban dari pihak Indus akan banyak. Itu tak sempat dilakukan. Itu yang sudah diselesaikan dengan baik oleh pasukan Indus. Apa yang dilakukan Resi Indus dan anak buahnya adalah pameran ilmu sihir, disatukan dengan kecepatan bergerak, dan benar-benar pameran untuk menggertak lawan. Bukan hanya pasukan Jepun, melainkan juga pasukan lain yang menyaksikan. Mereka akan gentar. Mereka akan membayangkan bahwa Resi Indus memang benar-benar bisa mendatangkan hujan sake, seperti halnya menyuruh ikan melompat ke darat. Bisa melakukan apa saja dengan sihirnya. Semakin gentar dan mengagumi, semakin mudah dikuasai. Dari sekian banyak yang menyaksikan kehebatan Resi Indus, hanya Pangeran Garuda yang berwajah codet yang sedikit banyak bisa menemukan celah kelemahan Resi Indus. Sebagai pimpinan prajurit kawal raja, Pangeran Garuda mengenal banyak ilmu. Termasuk ilmu sihir, ilmu sirep, mantra, untuk menguasai lawan. Pengalamannya di tlatah Bali, juga tlatah Sasak, baik dengan menghadapi lawan yang mempunyai ilmu hitam seperti itu, atau mempelajari secara langsung, Pangeran Garuda memahami apa yang dilakukan Resi Indus. Itu tidak mengurangi penilaian bahwa Resi Indus memang sakti. Tokoh yang harus diwaspadai. Terutama karena pasukan Indus tidak berada di pihak keraton. Setidaknya tingkah lakunya dan kehadirannya tidak membela keraton. “Buang ke sungai.” Ini perintah ganjil. Pasukan Jepun yang tertangkap di buang ke sungai. Ganjil. Tapi juga keliru. Karena dengan kembalinya kesadaran, pasukan Jepun tak bisa dikalahkan begitu saja. Meskipun tangan dan kaki diikat, mereka bisa bergerak di dalam air. Membebaskan diri, dan berenang menuju ke kapalnya. Bahkan gerakannya sangat cepat. Keliru. Kelirukah? Atau ini disengaja oleh Resi Indus, seperti ketika meloloskan Izeki? Berpikir begitu, Pangeran Garuda menarik napas, menahan di dada dan menghentakkan dengan keras. Semakin dirinya berpikir mengenai Resi Indus dengan segala tipu muslihat dicampur ilmu sihir, dirinya akan semakin dikuasai. Itu yang harus dilawan. Dengan memusatkan pikiran, menenangkan diri, Pangeran Garuda bisa menguasai diri sepenuhnya. Meskipun masih dengan mudah terpecah dan galau antara bagaimana keadaan anak kembarnya, bagaimana istrinya, layakkah dirinya menemui, dan bagaimana setelah peperangan ini berlalu‘”andai bisa dilalui. Tidak ada yang merasa pasti bisa melalui dengan selamat, atau dengan kemenangan. Laksamana Jung bahwa membuat keputusan terakhir : Pang akan mengawal Dewa Tanah. “Apa pun yang terjadi, bawa Dewa Tanah ke hadapan Khan yang Agung. Begitu menerobos dan masuk ke kapal, segera berangkat.” “Hamba laksanakan.” “Aku dan pasukanku akan bertahan di jalanan, untuk berhadapan dengan Hodo.” “Hamba laksanakan.” “Keselamatan Dewa Tanah sepenuhnya di tanganmu.” Pang segera melakukan perubahan. Rombongan dipecah lagi. Mama Ci diangkat sebagai pimpinan yang membawa rombongan kecil‘”diantaranya Yuan. Pang akan memisahkan Mama Ci dengan Deta. Kehadiran Mama Ci semata-mata untuk memancing lawan menyerbu. Pasukan lawan akan berpikir dalam rombongan yang ada Mama Ci kemungkinan besar ada Deta. Bahwa Yuan pernah menduga dirinya termasuk rombongan yang dikorbankan itu sudah disadari. Dan tak bisa menolak atau mengajukan usul. Pang membawa pasukan inti, dan membawa Deta yang kini didandani seperti pasukan Mongol. Dengan pakaian tebal, dibiarkan menunggang kuda sendiri. Idak ada pasukan yang satu kuda dengannya. “Dewa Tanah, aku hanya ingin kamu selamat sampai di kapal.” “Aku pasti sampai ke kapal.” “Jaga dirimu.” “Panglima Pang, aku akan menjaga diriku, meskipun aku tetap yang paling dijaga. Jangan cemaskan aku memakai kesempatan ini untuk melarikan diri.” “Kalau itu terjadi, tetap saja. Darahmu akan dibawa ke kerajaan Mongol.” “Aku tahu itu Pang. Tapi menurutku, laksamana Jung, bapak angkatku, tidak sedang menunggu atau menyerang ke arah pasukan Jepun.” “Itu yang dikatakan.” “Panglima percaya?” “Selalu percaya.” “Memang tidak ada bedanya ke mana serangan diarahkan. Agaknya bukan ke pasukan Hodo. Bukan.” Pang mendengus. “Laksamana Jung menyerang tempat di mana Adik berada. Aku tak yakin Adik ada di tawanan pasukan Jepun.” ...................................................................................(bersambung) ____________________________________________________ (sumber: 'Koktail'~http://www.jurnalnasional.com/ ~ down-load at; Rabu, 20 Februari 2008 on 22.00 wib. ed.JK)

No comments:

Post a Comment

boleh meng-kritik dan/atau saran, yang sifatnya membangun.

buisness

Daily Calendar

nawala

Jajak-Pendapat

Amazon SearchBox

Ramekakat

..

jagad-slide

slides~Jagad-Kantata

Jagad-Otomotif Slideshow: Jagad.kahiyangan’s trip to Jakarta, Java, Indonesia was created by TripAdvisor. See another Jakarta slideshow. Create your own stunning free slideshow from your travel photos.

ODE to CHINE

JerusalemOnline